Taman Anggrek Bali (TAB) berlokasi di Jalan Jln Bypass Tohpati, Kasamba 1, Kota Denpasar, Propinsi Bali. Tepatnya dari arah Sanur ke utara menuju Ubud. Objek ini tergolong masih sangat muda dilihat dari waktu kelahirannya pada tahun 1998. Namun Taman Anggrek Bali pernah menduduki peringkat ke-10 objek wisata terbaik di Indonesia versi Internet pada tahun 2007.

Anggrek adalah jenis tanaman hias yang mempunyai bunga sangat indah dan bernilai ekonomi tinggi. Sebagian anggrek hidupnya seperti benalu menempel pada pohon lain, tapi anggrek tidak merugikan tanaman yang ditumpangi dan sisanya dapat hidup di tanah layaknya tumbuhan bunga yang lain.

Anggrek telah dikenal luas sejak abad ke-18 dan di Indonesia pembudidayaannya dimulai sejak tahun 1950-an. Pusat penanaman anggrek di Eropa adalah Inggris, di Asia adalah Thailand, Cina dan Indonesia.

Menurut Ketua Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI), dari sekitar 1.800 jenis anggrek di seluruh dunia hampir setengahnya tumbuh di Indonesia. Dari sekitar 26 ribu spesies anggrek dunia, hampir seperempatnya dimiliki Indonesia. Cuma sayang, budi daya untuk menghasilkan anggrek hibrida jenis baru yang unggul masih kurang. Justru negara tetangga seperti Bangkok dan Taiwan yang memiliki teknologi budidaya sangat maju mampu menghasilkan berbagai jenis anggrek hibrida unggul.

Jenis Anggrek dilindungi UU

Terdapat 29 jenis anggrek yang dilindungi oleh Undang-Undang yaitu :

– Ascocentrum miniatum, (anggrek kebutan)
– Coelogyne pandurata, (anggrek hitam)
– Corybas fornicatus, (anggrek koribas)
– Cymbidiumhartinahianum (anggrek hartinah)
– Dendrobium catinecloesum, (anggrek karawai)
– Dendrobium d’albertisii (anggrek albert)
– Dendrobium lasianthera (anggrek stuberi)
– Dendrobium marcrophyllum (anggrek jamrud)
– Dendrobium ostrinoglossum (anggrek karawai)
– Dendrobium phalaenopsis (anggrek larat)
– Grammatophyllum papuanum (anggrek raksasa Irian)
– Grammatophyllum speciosum (anggrek tebu)
– Macodes petola (anggrek ki aksara)
– Paphiopedilum chamberlainianum (anggrek kasut kumis)
– Paphiopedilum glaucophyllum (anggrek kasut berbulu)
– Paphiopedilum praestans (anggrek kasut pita)
– Paraphalaenopsis denevei (anggrek bulan bintang)
– Paraphalaenopsis laycockii (anggrek bulan Kalimantan Tengah)
– Paraphaleonopsis serpentilingua (anggrek bulan Kalimantan Barat)
– Phalaenopsis amboinensis (anggrek bulan Ambon)
– Phalaenopsis gigantea (anggrek bulan raksasa)
– Phalaenopsis sumatrana (anggrek bulan Sumatra)
– Phalaenopsis violacose (anggrek kelip)
– Renanthera matutina (anggrek jingga)
– Spathoglottis zurea (anggrek sendok)
– Vanda celebica (vanda mungil Minahasa)
– Vanda hookeriana (vanda pensil)
– Vanda pumila (vanda mini)
– Vanda sumatrana (vanda Sumatra)

Wisatawan dapat menemukan phalaenopsis putih tergantung di pohon mangga. Ada pula lotus, cordylines, costa, heliconia rostrata, vandas, mokaras, epidendrum, arachnis maggie oui, aranthera ‘ann black dan masih banyak lagi jenis tanaman.

Berdasarkan informasi dari pemandu, TAB memiliki 820 jenis tanaman. Jenis anggrek dalam dan luar negeri tercatat 500 jenis anggrek, 120 jenis bromeliad, dan 200 jenis tanaman hias lainnya seperti heliconia dan ginger.

Fasilitas

Fasilitas di TAB adalah balai bengong, pendopo, café, dan kios cendera mata.

Harga Tiket

TAB ini lebih ditujukan untuk turis asing adalah harga tiket yang relatif mahal, yakni Rp 100.000.

Informasi lebih lanjut hubungi

Taman Aggrek Bali (Bali Orchid Garden)
Jln Bypass Tohpati, Kasamba 1, Denpasar, Bali, 80237
Telp: +62 361466010
Fax: +62 361 466011
Website: www.baliorchidgardens.com
email: info@baliorchidgarden.com.

 

Sumber tulisan: https://gpswisataindonesia.wordpress.com/2016/01/20/taman-anggrek-bali-denpasar-bali/