Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Anggrek Indonesia Provinsi Papua terus mendorong anggrek asal Papua untuk dipatenkan sehingga tidak diklaim sebagai anggrek milik daerah lain.

“Jadi, sekarang kita sementara dorong untuk menggalakan 1300 spesies anggrek langka dan anggrek besi (Dendrobium violaceoflavens) yang paling langka di dunia karena merupakan hasil silangan terbaik dunia,” kata Ketua DPD PAI Papua, Yolanda Tinal dalam rilis yang diterima media ini, Selasa (22/3).

Lebih lanjut, kata Yolanda, dalam P2FN di Makassar tahun 2015 lalu banyak anggrek yang asli Papua seperti Anggrek Tebu (Grammatophyllum Papuanium) diklaim berasal dari tanah Toraja.

Untuk itu, PAI Papua terus mendorong pembudidayaan  tanaman anggrek yang masih tersebar luas di alam Papua diharapkan tetap dijaga dan dilestarikan.

Dikatakan, keikutsertaan DPD PAI Papua dalam 12th Asia Pasifik Orchid Conference (APOC 12) Thailand merupakan bukti nyata pembudidayaan anggrek di Papua berjalan dengan baik.

“Kita harapkan semakin banyak kita menghadirkan anggrek-anggrek ini dalam lomba, maka makin memotivasi para petani anggrek untuk terus membudidayakan anggrek asal Papua,”katanya.

Lebih lanjut, kata Tinal, pihaknya menggalakan upaya pelestarian anggrek termasuk dengan cara membeli ke petani sehingga para petani tidak menjual anggrek ke orang lain.

“Saya keliling Kabupaten/kota untuk memberikan sosialisasi kepada petani anggrek, supaya mereka jangan tergiur, walaupun dibeli dengan harga mahal, sekarang sudah berubah, jangan kasih ke orang lain, jadi kita upaya untuk menggalakkan anggrek di Papua, supaya ada mata pencaharian petani anggrek,”jelasnya.

Berbagai upaya yang dilakukan dengan harapkan penjual anggrek tidak menjual anggrek ke luar Papua. Selain itu pihaknya sedang membuat surat-surat untuk mematenkan anggrek di Papua.

“Kita akan buat HAKI atau kita patenkan, kami memang belum bisa berbuat banyak, karena Perdasus Nomor 19 Tahun 2018 Tentang HAKI tidak semuanya mendukung tentang varietas tanaman dan hanya satu pasal untuk meneranngkan tentang PAI,” ujarnya. (Piet)

Sumber tulisan: http://www.beritapapua.dharapos.com/2016/03/hindari-klaim-daerah-lain-1300-spesies.html