Sejak Dinas Pertanian Kota Semarang mencanangkan Semarang sentra Anggrek. Permintaan tanaman anggrek baik sebagai anggrek berbunga ataupun anggrek potong terus meningkat. Akan tetapi permintaan itu belum seluruhnya terpenuhi. Banyak petani kewalahan. Kenyataan inilah yang pada akhirnya memunculkan petani – petani kecil di wilayah perkotaan. Beberapa di antaranya membentuk kelompok tani.

Tujuan utama pembentukan kelompok tersebut adalah untuk memperdayakan petani anggrek dan tanaman hias perkotaan dalam memanfaatkan lahan pekarangan. Sampai saat ini tercatat ada 16 kelompok tani di Kota Semarang yang tersebar di setiap Kecamatan.

Selain masalah lahan yang sempit dan lokasi yang terpencar, modal usaha juga menjadi kendala tersendiri bagi penghobi yang mulai ‘menyeriusi’ usaha tersebut. Kini tinggal bagaimana mengoptimalkan mereka  agar bersedia ikut serius mengembangkan anggrek dan tanaman hias. Sebab menggeluti dunia anggrek / tanaman hias tidak sebatas hanya menyiram, memupuk, ataupun mengobati penyakit yang menyerang tanaman.

Agar dunia anggrek / tanaman hias khususnya di Semarang bisa berkembang lebih jauh, selain melalui kelompok tani atau petani perlu bergabung dalam suatu wadah lain yang bisa menjadi media atau sarana bertukar informasi, seperti halnya Asosiasi Petani Anggrek  MULTI FLORA.

Asosiasi Multi Flora berdiri sejak tanggal 20 Desember 2006 . Gabungan dari pelaku usaha agribisnis budidaya anggrek dan tanaman hias ini membawa visi “ Anggrek merupakan produk unggulan kota Semarang” dan misi menjadikan anggrek dan tanaman hias sebagai komoditas agrobis, membangun kerja sama antar kelompok tani, meningkatkan kesejahteraan petani dan menjadikan Semarang kota yang asri.

Dengan adanya wadah Asosiasi ini , aktifitas usaha anggrek dan tanaman hias di Semarang menjadi berkembang pesat dan terarah. Dalam hal tersebut dibutuhkan perhatian dan kerjasama dari Pemerintah untuk mensukseskan Semarang Sentra anggrek.

Sumber tulisan: http://www.candiorchid.com/2009/07/multi-flora.html