Kebun Raya Bogor yang merupakan tempat koservasi ex situ, salah satu tugasbnya adalah melestarikan jenis-jenis anggrek alam yang ada di Indonesia. Jenis-jenis anggrek yang sudah berhasil di indentifikasi dan dikoleksikan di Kebun Raya Bogor berjumlah 421 jenis yang tediri dari 92 marga.

Griya Anggrek dibangun pada tahun 2000 yang merupakan kerjasama Yayasan Kebun Raya Indonesia dan Kebun Raya Bogor . Pembangunan Griya anggrek bertujuan untuk menunjukkan kepada para pengunjung tentang kekayaan Anggrek Indonesia. Gedung Griya Anggrek diresmikan pada tanggal 25 Mei 2002 oleh Presiden Republik Indonesia Ibu Megawati Soekarnoputri.

Griya Anggrek merupakan tempat display anggrek-anggrek species dan anggrek hybrid yang sedang berbunga, untuk meningkatkan kesadaran dan apresiasi terhadap anggrek alam, unit ini juga menyediakan penjualan tanaman bibit anggrek species botolan dan tanaman non anggrek ( Nepenthes dan Alocasia ) yang merupakan hasil perbanyakan dari laboratorium kultur jaringan.

Griya Anggrek memiliki koleksi beragam jenis anggrek, baik dari Indonesia maupun dari mancanegara. Koleksi tersebut antara lain berbagai macam spesies anggrek mulai dari Phalaenopsis , Dendrobium , Coelogyne , Cymbidium , Vanda , Spathoglotis , Phaius , Mokara , Oncidium , dan Caheya .

Khusus di pekarangan KRB juga terdapat beberapa jenis anggrek lainnya, dan salah satunya adalah Grammathophyllum Speciosum Blume (Giant Orchid) yang dikenal dengan anggrek raksasa atau dikenal pula dengan anggrek tebu. Disebut dengan `anggrek tebu`, karena perawakannya yang mirip (tanaman) tebu.

 

Sumber tulisan: www.lipi.go.id