Pengurus Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI) Cabang Kabupaten Biak Numfor, Papua, membangun laboratorium guna mendukung program budi daya tanaman anggrek di wilayah itu.

“Adanya laboratorium akan membantu pengembangan budi daya tanaman spesies khas Papua,” kata Ketua PAI Susan Ondy di Biak, Kamis 6 Juli 2017. Susan mengatakan, pihaknya mulai menggalakkan budi daya anggrek spesies khas Papua dalam upaya menjaga keaslian dan pelestarian tanaman hias asli provinsi itu. Ia meminta petani hutan di berbagai kampung untuk menjaga alam Pulau Biak dengan tidak menjual bebas tanaman anggrek yang tumbuh di hutan alam Papua.

Menurut Susan, pengambilan tanaman anggrek di hutan harus memperhatikan pelestarian lingkungan dengan menyisakan satu atau dua pohon anggrek yang tumbuh di dalam hutan Pulau Biak.

Terkait penjualan tanaman anggrek oleh petani lokal, Susan mengatakan bahwa hal itu dapat mereka lakukan karena memberikan pendapatan bagi warga bersangkutan. Harga jual anggrek spesies khas Papua di luar negeri mencapai ratusan ribu hingga jutaan rupiah, sehingga dia memandang perlu budi daya tanaman itu untuk menjadi ladang pendapatan petani hutan.

Berdasarkan data PAI Cabang Kabupaten Biak Numfor, hingga 2017 masih mengoleksi sekitar 100 jenis tanaman hias khas tanah Papua. (NIN)

Sumber tulisan: http://news.metrotvnews.com/daerah/0k8jez9N-laboratorium-budi-daya-anggrek-segera-dibangun-di-papua