Klojen, MC – Menjembatani lesunya bisnis anggrek akhir-akhir ini, Pecinta Anggrek Indonesia (PAI) Kota Malang terus melakukan berbagai usaha. Diantaranya dengan menggelar pameran anggrek di Perpustakaan umum Kota Malang, Sabtu (14/4) sampai dengan Minggu (22/4).

Dalam pameran ini, berbagai macam anggrek terbaik yang ada di Kota Malang nampak terlihat ditampilkan. Maka tak heran sejak pertama kali dibuka oleh Asisten Wali Kota, Drs. Burhanudin, M.Si, pameran langsung diserbu pengunjung.

Ketua PAI Kota Malang, Prof. Dr. Titis Adhisarwanto mengakui akhir-akhir ini pasaran anggrek memang mengalami kelesuan. Tidak hanya di Indonesia, tetapi diberbagai penjuru dunia juga mengalami hal yang sama.

“Mengatasi keadaan ini petani anggrek harus kreatif, kesempatan ada pameran seperti sekarang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menjual koleksi terbaik yang dimiliki,” jelas Titis, Minggu (15/4).

Menurut Titis, dibanding negara lain seharusnya anggrek di Indonesia bisa lebih sukses dibudidayakan, sebab di Indonesia sangat kaya akan ragam anggrek. Hanya saja karena masih minimnya sentuhan teknologi, potensi ini masih belum bisa digarap maksimal agar semakin layak jual.

“Saya sudah melihat, berpameran dan mengunjungi negara-negara besar yang per-anggrekannya sudah maju seperti Jepang, China dan Taiwan. Di negara-negara itu anggrek sudah digarap sangat serius sehingga bisa menjadi sebuah industri yang sangat layak jual,” kata Titis.

Perhatian pemerintah yang tinggi dalam membantu petani, mulai dari budidaya, pengelolaan pasca panen sampai mencarikan pasar membuat anggrek di Jepang, China dan Taiwan bisa maju. Keadaan seperti inilah yang harus ditiru pemerintah di Indonesia agar anggrek-anggrek luar biasa yang ada di Indonesia ini bisa go Internasional.

“Kami dengan pameran ini, masyarakat semakin mengerti. Untuk bisa memiliki anggrek tidak harus membayar mahal. Ada harga anggrek yang hanya Rp 5.000,- namun ada pula yang mencapai jutaan rupiah. Karena itu tidak perlu takut menjadi petani anggrek,” terang Titis.

Melihat animo masyarakat yang antusias melihat pameran anggrek yang digelar saat ini, di tahun yang akan datang dia ingin menggelar pameran yang lebih besar lagi. Kalau saat ini pameran lebih banyak diikuti oleh petani anggrek di Malang raya dan Jatim, dia berharap di tahun yang akan datang pameran bisa dikuti berbagai peserta dari seluruh penjuru tanah air.

“Suatu saat kami ingin, di Kota Malang adalagi pameran anggrek yang berskala Internasional. Jika itu bisa terjadi tentu tidak hanya semakin membuka pasar anggrek di Kota Malang. Tetapi juga bisa membuka kunjungan wisatawan ke Kota Malang,” tambah Titis.

Titis juga menjelaskan pameran anggrek sengaja di gelar saat bulan April dengan berbagai pertimbangan. Yang pertama adalah untuk ikut memeriahkan Ultah Kota Malang yang ke-98. Kedua, karena anggrek pada bulan April banyak yang berbunga sehingga sangat menarik untuk dijual.

Pengunjung pameran, Virda Oktari mengatakan senang saat April datang ke Kota Malang karena di bulan ini banyak sekali kegiatan di Kota Malang. Termasuk salah satunya adalah pameran anggrek yang tidak setiap bulan dapat ditemui.

“Saya sukanya anggrek Dendrobium keriting, anggrek jenis ini nampaknya yang sulit didapat di daerah lain,” ujar Virda, gadis asal Bandung ini. (cah/dmb)

Sumber tulisan: https://mediacenter.malangkota.go.id/2012/04/pai-gairahkan-pasar-anggrek-dengan-pameran/