Indonesia dikenal sebagai sumber plasma nutfah utama anggrek di dunia, dengan kekayaan ragam spesies yang potensial sebagai induk silangan-silangan berkualitas.  Akan tetapi sungguh suatu ironi karena hingga saat ini anggrek silangan Indonesia belum mampu berbicara banyak di kancah internasional, justru Indonesia dijadikan pasar yang empuk bagi para eksportir anggrek negara lain.

East Java Orchid Show 2001 (25 – 31 Mei 2001) yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI) Jawa Timur bekerja sama dengan Kebun Raya Purwodadi merupakan suatu wahana bagi masyarakat anggrek, masyarakat umum, peneliti, akademisi dan pemerintah untuk menggali dan menginventarisasi potensi anggrek Indonesia sehingga dapat dijadikan sebagai salah satu acuan rumusan kebijakan pengembangan anggrek Indonesia khususnya Jawa Timur yang dikenal sebagai sentra anggrek Indonesia, terlebih setelah dilaksanakannya Otonomi Daerah. Disamping itu anggrek diyakini mampu memberikan alternatif tambahan komoditi non migas yang potensial.  Dengan demikian diharapkan pola pengembangan anggrek dapat dijalankan secara sinergis antara masyarakat anggrek, akademisi, peneliti dan pemerintah.

Di tengah kondisi nasional yang serba tak menentu ini, anggrek dengan pesonanya ternyata mampu hadir memberikan kesejukan hati bagi bangsa Indonesia sehingga diharapkan dapat mempererat kembali tali persatuan dan kesatuan bangsa.  Dengan diselenggarakannya East Java Orchid Show 2001 yang meliputi pameran, lomba, bursa, seminar ilmiah dan merangkai bunga, PAI Jawa Timur mengajak masyarakat luas dan pemerintah untuk lebih mengenal anggrek dengan potensi ekonominya sekaligus menyejukan kembali hati dan pikiran sehingga dapat berpikir dan bekerja lebih produktif.

Acara ini dibuka oleh Menteri Kehutanan (Menhut) Marzuki Usman. Dalam kesempatan ini beliau bersama ketua DPP PAI, Moling Simardjo menyilangkan dua varietas Dendrobium Cinta Aceh dan Dendrobium Indonesia Emas yang diberikan nama Dendrobium Basuki(basuki berarti keberuntungan dalam bahasa jawa). Pameran anggrek Internasional ini dihadiri oleh anggota PAI Jawa Timur, anggota cabang-cabang PAI seluruh Indonesia, Kebun Raya Purwodadi, masyarakat umum, unsur pemerintah dan penganggrek manca negara antara lain  Singapura, Malaysia, Thailand, Taiwan dan lainnya. Tidak ketinggalan Lembaga  Penelitian, Perguruan Tinggi beserta instansi terkait, kelompok tanaman hias, buah-buahan dan asosiasi-asosiasi yang tergabung dalam Forum Komunikasi Flora Jawa Timur ikut meramaikan acara ini.