Pecteilis susannae (L.) Raf adalah salah satu dari sekian banyak anggrek langka yang tersebar di pulau Jawa, walapun para ahli melaporkan pernah ditemukan di kepulauan lain seperti Sulawesi, Nusa Tenggara, Jawa, Madura, Buru dan Ambon. Anggrek tanah ini biasa ditemukan di tempat terbuka seperti padang rumput di ketinggian 10-1000 m dpl, umumnya daerah tersebut memiliki curah hujan rendah. Pada saat musim kemarau panjang, anggrek berwarna putih ini memasuki fase dormansi dalam siklus hidupnya.

Pecteilis susannae memiliki makna yaitu platus berarti lebar dan anther berarti kepala sari, atau bisa dikatakan anggrek yang berkepala sari besar. Sedangkan kata susannae merupakan nama istri Georg Eberhard Rumphius, seorang botanist Jerman yang hidup di Ambon pada 1650an. Uniknya di pulau Jawa, anggrek ini lebih dikenal sebagai anggrek Puser Bumi.

Sebagai penghormatan atas kecantikan dan kelangkaannya, anggrek ini dijadikan sebagai simbol East Java Orchid Show 2001, sebuah pameran anggrek nasional & internasional yang diadakan oleh Perhimpunan Anggrek Indonesia pada 25 – 31 Mei 2001.

Apabila anda ingin menikmati anggrek bersepal unik seperti sayap ini, kunjungi Kebun Raya Purwodadi, Pasuruan – Jawa Timur. Anda akan menemukannya sebagai salah satu koleksi anggrek endemik Jawa Timur, bersanding dengan Appendicula imbricata, Dendrobium arcuratum dan Paphiopedillum glaucophyllum.

Sumber tulisan: www.orchid.unibas.ch & www.en.wikipedia.org