Balai Taman Nasional Gunung Merapi beserta sejumlah pihak berupaya melestarikan 95 jenis tanaman anggrek yang tumbuh di Gunung Merapi. Salah satu caranya dengan program adopsi anggrek untuk menghimpun dana sekaligus mengampanyekan penyelamatan anggrek di Merapi. Peluncuran program itu diikuti dengan pengembalian sejumlah tanaman anggrek ke habitat aslinya, yakni di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) di Dusun Turgo, Desa Purwobinangun, Kecamatan Pakem, Sleman. Selain Balai TNGM, sejumlah pihak, misalnya Yayasan Kanopi Indonesia dan Kelompok Tani Ngudi Makmur, juga terlibat dalam acara itu.

Program Adopsi anggrek merupakan suatu program yang bertujuan untuk menyelamatkan anggrek merapi yang terancam punah di habitat aslinya.  Program ini dilakukan dengan menghimpun donasi dari para adopter yang dititipkan kepada Perkumpulan Pelestari Anggrek Merapi  dengan jangka waktu adopsi selama 2 (dua) tahun.  Program ini diluncurkan oleh Perkumpulan Pelestari Anggrek yang terdiri Balai TNGM, Kelompok Tani  Ngudi Makmur dan Yayasan Kanopi Indonesia. Beberapa alasan mengapa adopsi anggrek perlu dilaksanakan :

  1. Menyelematkan tanaman anggrek Merapi.Anggrek Merapi merupakan salah satu tanaman yang terancam punah dan sudah sulit ditemukan di habitat aslinya. Melalui program ini berbagai macam jenis anggrek asli merapi akan dikembalikan  ke habitatnya (konservasi in-situ) sehingga kelestarian anggrek merapi dapat diwujudkan dan plasma nutfah asli Indonesia dapat terjaga.
  2. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat.Pelibatan masyarakat secara langsung dalam pembudidayaan, relokasi dan pemeliharaan anggrek akan dihitung sebagai cost (biaya) yang dibebankan pada adopter program ini. Adopter bertanggung jawab terhadap segala pembiayaan sedangkan masyarakat bertanggung jawab terhadap pertumbuhan dan perkembangan anggrek yang dikembalikan ke habitatnya. Program ini diharapkan dapat memberikan tambahan penghasilan masyarakat untuk menunjang kehidupannya.
  3. Melestarikan kawasan TNGM.Salah satu syarat tumbuh anggrek adalah adanya pohon inang. Hal ini yang harus dipenuhi oleh masyarakat dalam memelihara anggrek. Dengan melibatkan masyarakat dalam pemeliharaan maka kelestarian pohon inang akan dapat diwujudkan sehingga ekosistem merapi dapat dipertahankan dan kelestarian kawasan dapat tercapai.

Program adopsi anggrek merapi dilakukan oleh Perkumpulan Pelestari Anggrek Merapi, yang terdiri dari Balai Taman Nasional Gunung Merapi (Pemerintah), Yayasan Kanopi Indonesia (LSM) dan Kelompok Tani Ngudi Makmur (Masyarakat). Peran BTNGM dan Yayasan Kanopi adalah pendampingan kepada masyarakat serta  monitoring dan evaluasi  pelaksanaan program. Siapa saja bisa menjadi Adopter, baik Perseorangan, Kelompok atau Organisasi, Perusahaan, maupun Instansi Pemerintah. Program ini membawa manfaat sebagai mitra dalam inisiasi Program Adopsi Anggrek, para donatur dapat memenuhi tujuan Corporate Social Responsibilities (CSR) yang memberikan dampak signifikan terhadap konservasi anggrek Merapi, pembangunan berkelanjutan, dan mitigasi perubahan iklim. Selain itu juga dapat meningkatkan status perusahaan/ perseorangan/ komunitas sebagai pelestari lingkungan khususnya anggrek merapi.

Penentuan paket program adopsi didasarkan pada jenis anggrek, kharakteristik anggrek, tingkat kelangkaan  dan kerumitan dalam pemeliharaan anggrek.  Biaya disetiap paket mencakup  biaya re-introduksi anggrek ke habitat asli, biaya pemeliharaan selama 2 (dua) tahun, biaya pendampingan, biaya bahan dan peralatan, Pengembangan kelompok tani, biaya pelaporan, biaya penyulaman dan merchandise.  Terdapat  3 (tiga) paket yang ditawarkan untuk setiap adopsi satu tanaman anggrek, yaitu :

  1. Paket Platinum:Adopsi anggrek Vanda tricolor  yang merupakan anggrek iconic Gunung Merapi. Paket yang ditawarkan sebesar Rp. 1.000.000,- (satu juta rupiah) untuk setiap bibit anggrek.
  2. Paket Gold:Adopsi anggrek jenis  Eria hyacinthoides, Bulbophyllum lemniscatoides, Pholidota ventricosa, Gastrochilus sororiusMacropodanthus teysmannii. Paket adopsi sebesar Rp. 850.000 untuk setiap bibit anggrek
  3. Paket Silver:Adopsi anggrek jenis  Dendrobium mutabile, Eria obbliterata dan Bulbophyllum flavescens.  Paket adopsi sebesar Rp. 675.000 untuk setiap bibit anggrek.

Jika anda mengikuti program ini selama 2 (dua) tahun maka akan mendapat,Sertifikat adopsi anggrek, penamaan lokasi adopter, laporan perkembangan anggrek setiap 6 (enam) bulan, paket edu wisata budidaya anggrek alam, menikmati teh Turgo dan mendapatkan oleh-oleh teh Turgo dan mendapatkan merchandise.

Lokasi kegiatan Program Adopsi Anggrek dilakukan di Kawasan Hutan Turgo dalam kawasan TNGM, seluas ± 5 Ha dan  pohon inang sejumlah ± 300 pohon. Apabila adna ingin mengikuti program in kunjungi Website Resmi Program Adopsi Anggrek Merapi.

Diharapkan dengan program Adopsi Anggrek ini akan memberikan manfaat nyata bagi kawasan Taman Nasional Gunung Merapi serta masyarakat di sekitarnya.