Pada 13-20 April 2017 lalu, Kimjongilia Exhibition House РPyongyang, mengadakan festival bunga anggrek Kimilsungia (Dendrobium kimilsungia) untuk memperingati 105 tahun wafatnya presiden Korea Utara Kim Il Sung. Kurang lebih 24 ribu tangkai bunga Kimilsungia dipamerkan pada festival oleh 80 stan peserta dari dalam dan luar negeri. Sungguh sebuah festival bunga yang gemerlap bertaburan bunga anggrek Dendrobium kimilsungia yang ternyata merupakan anggrek asli Indonesia.

Anggrek Kimilsungia adalah hybrid yang disilangkan oleh C.L.Bundt, botanis dari Jerman. Indukan Kimilsungia adalah berasal dari Dendrobium Ale ale Kai dan Dendrobium Lady Constance yang keduanya merupakan spesies anggrek asli Indonesia. Hasil silangan ini didaftarkan ke Royal Horticultural Society pad tahun 1964. Anggrek Kimilsungia dinamakan atas nama presiden Korea Utara Kim Il-Sung. Anggrek itu diberikan oleh Presiden Soekarno sebagai simbol persahabatan kepada presiden Kim Il-Sung saat berkunjung ke Kebun Raya Bogor Indonesia pada 13 April 1965.

Di tahun 1970an, Anggrek Kimilsungia sudah mulai tersebar di Korea Utara, dan telah mengalami pengembangan kualitas. Anggrek bewarna merah muda ini, bisa berbunga setahun dua kali, dengan 6 sampai 7 kuntum per tangkainya. Sebagai bentuk penghormatan kepada presiden Kim Il-Sung, mulai tahun 1999, pemerintah setempat menetapkan Festival Bunga Kimilsungia sebagai salah satu agenda tahunan yang diadakan di Pyongyang. Anggrek asli Indonesia yang lebih terkenal di negara tetangga.