Anggrek adalah salah satu bunga hias favorit masyarakat Indonesia. Namun perkembangan perangggrekan Malang Raya tidak begitu moncer jika dibanding beberapa tahun lalu. Untuk kembali menjadikan anggrek sebagai primadona, Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI) Cabang Malang Raya menggelar pameran anggrek bertajuk Malang Orchid Show 2017 di Mall Dinoyo City mulai 21 – 30 April pekan ini.

Menurut Ketua Panitia Pameran, Bunda Yani, kegiatan eksibisi itu selain dimaksudkan untuk memperkenalkan anggrek pada masyarakat umum juga untuk kalangan muda. “Biasanya kan banyak kalangan muda yang suka belanja ke mall. Lha sengaja kita gelar pameran di mall ini agar banyak anak muda yang belanja kembali tertarik pada anggrek baik sebagai hobi maupun pengusaha anggrek,” katanya.

Diakuinya, kendati cukup stagnan namun, namun bisnis anggrek Malang Raya tergolong ada perkembangan. Bahkan belakangan ini anggrek menjadi satu bunga hias terlaris yang diperdagangkan di dunia maya. “Pergerakan bisnis anggrek Malang raya cukup baik. Apalagi kini marak bisnis online dan anggrek cukup laris di bisnis model online itu,” katanya.

Hal senada juga dikatakan oleh Ketua PAI Malang Raya, Novianto S.P. Menurutnya secara kuantitas memang jumlah petani anggrek Malang tidak banyak mengalami pertumbuhan. Karena banyak penganggrek senior yang pensiun, baik karena usia atau alasan lain. Namun di saat bersamaan banyak juga penganggrek muda yang lambat laun bergerak dan mengganti posisinya.
“Alhamdulillah 2-3 tahun ini banyak anak muda mulai tertarik anggrek. Baik sebagai petani, pengusaha ataupun sebagai pengelola bisnis online anggrek. Kami rasa ini baik sebagai stimulus bagi perkembangan anggrek di masa yang akan datang,” katanya.

Lebih lanjut Novianto menambahkan, iklim ekonomi yang mulai stabil ditambah dengan semakin berkembangnya sektor wisata Malang Raya akan semakin membawa angin segar bagi kalangan petani anggrek. Hal itu, kata Novi, selain karena unik, banyak hybrid silangan pengenggrek Malang Raya yang kualitasnya diakui baik di kalangan nasional maupun internasional.
“Untuk kualitas silangan. Anggrek kita tergolong sangat baik. Kendati banyak penyilang senior pensiun namun penyilang muda juga banyak bermunculan dengan kualitas yang cukup baik,” katanya.

Berikutnya, Novianto mengajak semua pihak baik masyarakat dan pemerintah untuk senantiasa menjadikan potensi anggrek local sebagai salah satu pesona wisata. Khusus kepeda pemerintah baik Pemkab Malang, Kota Malang maupun Kota Batu agar semakin menyadari potensi besar peranggrekan Malang Raya ini.

“Kami tegaskan support pemerintah khususnya Kota Batu cukup baik untuk peranggrekan. Namun Kota Malang dan Kabupaten Malang juga harus lebih baik lagi karena banyak pula pengenggrek dua daerah ini yang kualitasnya juga sangat baik,” katanya.

“Bahkan jika mungkin pengembangan anggrek yang melibatkan tiga daerah pelru dilakukan. Karena jika itu terwujud maka bukan hanya petani saja yang untuk namun bisnis, wisata dan sektor lain akan tergerak karenanya,” pungkasnya. (*)

Sumber berita: www.timesindonesia.co.id